Takdir manusia di dunia ini sesungguhnya adalah hidup berpasang-pasangan, karena memang demikianlah fitrah mereka, saling melengkapi datu sama lain. Adapun manusia yang sengaja hidup menyendiri (membujang) sesungguhnya hanya menyiksa diri mereka saja, padahal jodoh itu hanya tinggal dicari, asal ada kemauan maka di situ ada jalan.
Menikah adalah usaha/jalan untuk menemukan pasangan masing-masing. Tapi menikah bukanlah jaminan bahwa pasangan tersebut (istri/suami) adalah jodoh yang ditakdirkan Allah Swt., sebab banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian. Lgi-lagi manusia hanya berusaha Allah Swt. lah yang menentukan siapa jodohnya?
PErnikahan yang diridhoi Allah Swt. adalah pernikahan yang dilakukan karena Allah Swt., dimana Allah Swt, adalah sebab/alasan kenapa ia harus menikah? Bila pernikahan disebabkan selain karena Allah Swt., maka pernikahan tersebut dapat dipastikan akan mudah kehilangan tujuannya, sehingga konflik rumah tangga takkan dapat dihindari, karena masing-masing pihak memiliki egonya masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah.
Menikah karena Allah Swt bukanlah perkara yang mudah, banyak manusia yang menyangka bahwa mereka menikah karena Allah Swt, padahal baru datang satu atau dua ujian dari Allah Swt. untuk menguji kesungguhan cinta mereka kepada-Nya mereka langsung menyerah. Mereka lebih memilih berpisah daripada melanjutkan tujuan mereka kepada Allah Swt.
Inilah yang menjadi pertanyaan banyak manusia saat ini, seperti apakah menikah karena Allah Swt itu? Maka temukan jawabannya dalam buku ini.
Selamat membaca.

