Bagi kebanyakan orang, keinginan untuk dapat membaca pikiran orang lain mungkin muncul karena kebutuhan praktis. Misalnya Anda ingin tahu apakah mengajak kenalan baru minum kopi akan menguntungkan atau justru menrugikan. Bisa juga karena ingin tahu lebih awal apakah seseorang yang ingin Anda ajak bergabung akan menolak atau menjawabnya.
Dalam situasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan bisnis, kemampuan membaca pikiran orang lain lebih dibutuhkan untuk situasi-situasi seperti meyakinkan klien untuk menyetujui ide-ide Anda, closing penjualan atau mengetahui cara atasan Anda melihat suatu masalah. Kemampuan membaca pikiran orang lain juga akan dibutuhkan ketika Anda mengikuti sebuah wawancara kerja, atau menjadi pewawancara dalam sebuah job-interview.
Dalam banyak situasi, kemampuan membaca pikiran orang lain dapat menjadi skill berharga untuk Anda miliki. Jika Anda mengira hal tersebut nerhubungan dengan kemampuan gaib, Anda salah. Membaca pikiran orang lain tidak memerlukan kemampuan magis khusus. Anda juga tidak harus menjadi seorang detektif setara dengan Sherlock Holmes. Anda hanya harus mempelajari tatapan mata, ekspresi mikro dan gesture tubuh orang tersebut.
Mata dan daerah sekitarnya adalah area yang paling ekspresif dari wajah seseorang. Begitu Anda belajar membaca emosi seseorang melalui mata, Anda hanya perlu beberapa langkah lagi dalam memprediksi perilaku tersebut. Dalam keadaan marah, atasan Anda mungkin tidak akan memberikan kenaikan gaji atau bahkan cuti satu hari ekstra, akan tetapi saat sedang tenang, ia tidak akan ragu-ragu memberikan atau mempertimbangkan permintaan Anda. Anda dapat dengan mudah menebak suasana hatinya hanya dengan mempelajari ekspresi wajah dan beberapa gerakan anggota tubuhnya.
Mampu membaca isyarat emosional melalui mata juga merupakan langkah pertama dalam menanggapi orang lain secara lebih empiris. Jika Anda tahu apa yang mereka rasakan, lebih mudah bagi Anda untuk dapat membantunya. Anda juga bisa dengan mudah memahami alasan mengapa ada rekan kerja yang tidak menyukai Anda atau berperilaku buruk di tempat kerja. Dengan demikian, Anda bisa menghindari rekan-rekan yang berpotensi negatif, dan lebih berfokus pada rekan-rekan yang bersikap positif. Anda bisa lebih tenang dalam mengembangkan karier dan bersemangat di tempat kerja.

