Buku ini telah menjadi rujukan jutaan orang di seluruh dunia. Kehadirannya terbukti mampu memecahkan banyak persoalan yang dihadapi umat Islam dalam kehidupan individu, keluarga, maupun masyarakat, mampu menjawab banyak pertanyaan. Apa yang dihalalkan kepada saya? Apa yang diharamkan kepada saya? LAlu apa hikmah di balik penghalalan dan pengharaman perkara tersebut?
Dalam Islam, halal dan haram adalah pandangan sederhana dan jelas ~ yang berdiri di atas prinsip untuk mewujudkan kemaslahatan, menghilangkan kesulitan dan beban berat, dan mempermudah umat manusia itu sendiri.
Apa bedanya dengan yang sudah ada? inilah edisi revisi dan perluasan termasuk tanggapan penulis atas kritik dan masukan yang diatujukan kepadanya. HAdits-hadits yang ada dalam buku ini sudah di -takhrij (diteliti keshahihannya). “Inilah cetakan ketujuh puluh -tutut Syekh Qardhawi- dari kitab yang saya mohonkan agar kiranya Allah berkenan memberikan manfaat atasnya, baik kepada penyusun, penyebar, maupun pembacanya, juga menjadikannya perangai mereka sesuai dengan hukum-hukum-Nya”.
Rasulullah Saw bersabda “Perkara halal itu jelas dan perkara haram pun jelas. Sesuatu yang ada di antara keduanya adalah syubhat yang tidak banyak diketahui orang. Siapa saja yang menjauhi perkara syubhat sejatinya dia telah membebaskan agama dan kehormatan dirinya. KArena, siapa saja yang sudah terjerumus ke dalam perkara syubhat, biasanya akan terjatuh ke dalam perkara haram. Ibarat hewan gembala yang sudah berada di sekitar pagar pelindung. Sehingga hampir saja hewan tersebut masuk ke dalamnya. Ingatlah, setiap raja pasti memiliki pelindung. Dan pelindung Allah adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya. Dan ketahui pula bahwa dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, jika daging itu busuk, maka rusaklah seluruh tubuhnya. Daging tersebut adalah Qolbu”. (HR. al-Bukhari dan Muslim dari al-Nu’man ibn Basyir)





