“Wahai Rabbi, penjara lebih aku sukai daripada ajakan mereka untuk berbuat jahat” seru nabiyullah Yusuf ‘alaihissalam, Iya. Menjaga kehormatan diri, meski dipenjara, adalah lebih baik daripada hidup bebas namun mengumbar nafsu. Nabiyllah Yusuf mengajarkan seperti itu.
Meski seorang raja, Dawud ‘alaihissalam tetap suka bekerja. Ia tak senang sewenang-wenang “main tunjuk” untuk mencukupi kebutuhan dirinya. Dawud tekun membuat baju-baju besi dan perisai, kemudian dijualnya untuk menyambung hidupnya.
Suatu saat nabiyullah Sulaiman memperhatikan kuda-kudanya. Karena merasa kagum oleh kudanya yang begitu mewah, indah, dan bagus, menjadikan belaiau terlambat shalat. Setelah beliau sadar bahwa hartanya (kudanya) mengganggu dzikir (shalat) kuda itupun disembelihnya, agar dirinya tidak terlambat shalat lagi. Allah ceritakab dalam surat Shaad ayat 33 : Kata Sulaiman, “Bahwa kuda-kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.





