Cara mudah dan alami untuk memahami khusyuk dalam shalat adalah dengan mengajukan pertanyaan sederhana yang berlawanan dengan khusyuk yaitu “Seperti apa rasanya tidak khusyuk?”. Kebanyakan orang menjawab tidak khusyuk adalah “pada saat shalat pikiran ke mana-mana”. dengan jawaban ini kita dapat menyimpulkan bahwa sumber tidak khusyuk adalah pikiran. Sekarang pertanyaan yang harus dijawab adalah“Seperti apa rasanya khusyuk?”. Bila mengacu kepada pertanyaan sebelumnya maka jawabannya adalah “pada saat shalat pikiran tidak ke mana-mana atau fokus”. Kebanyakan orang menjawab fokusnya kepada Allah. Pertanyaan berikut adalah “fokus kepada Allah seperti apa?” Bila fokus kepada benda, pekerjaan, atau sesuatu yang bisa dilihat, didengar, dirasakan, dibayangkan sangat mudah dipahami, tetapi fokus kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa yang keberadaan-Nya tidak bisa dilihat, didengar, dirasakan, dibayangkan, dibandingkan, disamakan, tak terbatas, dan tak terhingga, tentu tidak mudah. Sebenarnya mencapai khusyuk tidak memerlukan waktu lama tetapi karena belum menemukan metode yang benar dan tepat maka banyak orang yang mengalami kesulitan. Jangan khawatir Anda akan menemukan kemudahan mencapai khusyuk setelah memahami isi buku ini, karena buku ini disusun dengan pengalaman praktik yang cukup lama, yang memungkinkan Anda dapat memahami khusyuk secara menyeluruh baik teori maupun praktiknya.
“Kami, Majelis Ulama Indonesia – Sulawesi Selatan, dengan penuh kegembiraan menyambut baik buku Shalat Khusyuk dengan Metode 3T untuk menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas akhlak masyarakat.” ~DR. (HC) AGH. M. Sanusi Baco, Lc., Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan
“Setalah membaca buku Shalat Khusyuk dengan Metode 3T, saya menginstruksikan para pimpinan di lingkungan Universitas Hasanuddin sekitar 100 orang professor/Guru Besar untuk mengikuti pelatihannya, manfaatnya luar biasa, kami mendapat pencerahan yang belum pernah didapatkan sebelumnya.”~Prof, DR. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA., Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar
“Puluhan tahun saya mencari kekhusyukan dalam shalat, saya baru menemukan metode yang benar sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah yaitu metode 3T, sangat rasional, penemuan baru, membentuk dan melatih, meng-akses memori qur’ani secara alamiah sehingga sangat mudah diterapkan.” ~Prof. DR. dr. H.M. Alimin Maidin, MPH. -Direktur Utama Rumah Sakit-Universitas Hasanuddin, Makassar

