Hakikat kebahagiaan itu adalah bukan pada banyak atau tidaknya memiliki harta dunia seperti yang dipahami oleh kaum sekuler dan materialis. Dalam Islam, kepemilikan harta bukanlah tolak ukur sebuah kebahagiaan. Contoh, salah satu kebahagiaan bagi seorang Mukmin adalah ketika ia memiliki kesempatan bertaubat sebelum kematian datang. Bahkan menurut K.H. Muhammad Arifin Ilham, tiada karunia Allah yang paling besar yang Allah berikan kepada kita selama masih hidup, bahkan lebih mahal daripada dunia dan isinya, yaitu kesempatan bertaubat. Maka alangkah bahagianya orang yang bertaubat dengan taubat nashuha sebelum kematian datang menjemputnya.
Contoh lainnya, kebahagiaan di dunia ini bisa kita raih jika kita berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw. Betapa tidak, karena kita selalu berada dalam jalan yang diridhai Allah, sehingga hidup pun jadi penuh berkah dan kebaikan. alangkah bahagianya kita.
Nah, buku ini adalah buku yang mengetengahkan pembahasan bagi siapa yang ingin merasakan kebahagiaan di dunia sebelum menggapai surga di akhirat nanti. tak hanya itu saja, penjelasan lainnya yang perlu kita ketahui dan amalkan dalam kehidupan juga dijelaskan oleh K.H. Muhammad Arifin Ilham agar kita bisa menggapai kebahagiaan di dunia ini sebelum menggapai kebahagiaan (surga) di akhirat nanti. Insya Allah.

